Article

KEMAMPUAN



Oleh: Sarman

(Copas WAG Telaga Suwung *)

Bahwa selain kemampuan lahir, terdapat pula kemampuan batin. Tidak salah jika kita berbuat sesuai dengan kemampuan kita, seperti menyumbang. Misalnya, orang kaya menyumbang sejuta, sedangkan kita menyumbang 10 ribu, karena itulah kemampuan kita. Selain itu, selain kemampuan lahir, kita juga memiliki kemampuan batin. 

Dalam konteks Islam, ada istilah balig yang berarti usia yang dianggap sudah mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Misalnya, untuk perempuan, ditandai dengan datang bulan, yang mungkin terjadi saat usia 10 atau 12 tahun. Artinya, di bawah usia 10 tahun, seorang perempuan dianggap belum mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ini berarti bahwa anak di bawah 10 tahun tidak bisa disalahkan, karena mereka dianggap belum mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. 

Hal lain yang perlu dicatat adalah bahwa kemampuan mental juga memiliki batasan. Bukti dari hal ini adalah di bawah usia 10 tahun, kemampuan mental dianggap belum matang. Bahkan, ada batasan usia untuk menikah, yaitu sebelum usia 17 tahun dianggap belum dewasa, sehingga mereka belum layak memiliki KTP dan memilih dalam pemilu.

 Poin yang ingin saya sampaikan adalah bahwa setiap individu memiliki kemampuan unggulan dan kelemahan. Misalnya, ada orang yang belum bisa mengendalikan kemarahannya, artinya mereka belum mampu melepaskan diri dari rasa marah. Karena itu, jika seseorang belum mampu melakukannya, itu bukanlah kesalahan diri sendiri, jadi tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Jika ada yang menyalahkan secara berlebihan, kita berhak membela diri.

Ini termasuk dalam kategori "suka baper" (berlebihan merasa tersinggung). Setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda, termasuk dalam hal menahan rasa baper (tersinggung) atau memiliki kelemahan lainnya. Ada kemungkinan di antara kita merasa takut terlihat lemah di hadapan orang lain, takut dihina, dan sebagainya.

 Kembali ke kemampuan, kemampuan saya dalam memperbaiki kelemahan terbatas. Namun, saya memiliki kelemahan karena saya manusia. Jika ada orang yang menyalahkan dan menghina karena kita memiliki kelemahan, maka menyalahkan dan menghina itu sendiri adalah sebuah kelemahan. Jadi, tersenyumlah saja. Karena orang yang suka menghina dan menyalahkan sulit untuk memahami orang lain, mereka menganggap orang yang jelas-jelas lemah sama seperti mereka. 

Jadi, tidak perlu merasa terhina. Misalnya, jika kita pemalu atau dianggap bodoh, dan ada orang yang menghina dengan mengatakan, "Kenapa kamu malu menjadi dirimu sendiri?" Ya, mereka berbicara begitu karena mereka tidak lahir dari keluarga yang pemalu. Saya lahir dan tumbuh dalam lingkungan yang pemalu, jadi wajar jika saya menjadi pemalu. 

Jika memungkinkan, saya juga ingin memiliki rasa percaya diri. Tidak ada yang ingin menjadi pemalu. Setidaknya, saya pemalu tetapi tidak menyalahkan orang lain seperti kamu. Tidak membantu dan malah menyalahkan. Semua ini bukan untuk membela diri agar tidak berubah. Jika perlu berubah, tetaplah berusaha berubah. Tetapi ini untuk menghindari menyalahkan diri sendiri terlalu banyak. 

Jangan sampai, setelah disalahkan oleh orang lain, kita juga menyalahkan diri sendiri. Akhirnya, kita bisa merasa frustasi dan depresi semampunya jika memang tidak bisa melakukan apa-apa dan merasa sudah berusaha belajar, tetap saja disalahkan. Maka, kita berhak membela diri dengan mengatakan,

 "Saya tahu saya tidak bisa apa-apa," 

"Saya tahu saya lemah," 

"Tapi saya sudah berusaha,"

 "Kamu tidak punya urusan untuk hanya menyalahkan saja,"

"Kamu tidak memberikan bantuan apa pun kepada saya, jadi tidak perlu mengomentari. Saya tidak memintanya." Apalagi jika kita merepotkan orang lain, saya berusaha untuk tidak merepotkan orang lain sejauh yang saya bisa".

"Saya memang meminta," 

"Tapi saya tidak memaksa,"

 "Saya meminta karena saya tidak memiliki pilihan lain selain meminta,"

 "Saya juga tidak memilih untuk dilahirkan dalam posisi seperti ini,"

 "Kemampuan saya hanya sebatas ini,"

 "Saya sudah berusaha sebaik yang saya bisa untuk mandiri, tetapi ini adalah hasilnya,"

 "Entah karena saya belum memahami, belum sadar, entahlah," 

"Yang jelas, saya telah mengikuti pelatihan, membaca buku, bertanya, meminta nasihat, dan ini adalah yang bisa saya capai."


****

 *) Setelah dicopas dari WAG artikel digenerate dengan ChatGPT untuk membuat lebih nyaman diposting

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah membaca tulisan "KEMAMPUAN"!
Jika Anda punya kritik, saran, masukan atau pertanyaan silahkan tinggalkan pesan Anda melalui kolom komentar di bawah ini.