Article

[Klarifikasi] “If it ain’t broke, don’t fix it”

Sebenarnya saya sudah malas menulis tentang polemik masalah kasus penghulu yang bermula dari tulisan Akun Pak  Husnun.  Tetapi terpaksa saya haru menulis lagi karena adakesala pahaman antara saya dan Pak Husnun – terkait dengan komentar saya di tulisan saya sebelumnya. Sebenarnya saya bisa saja klarifikasi melalui TELP/SMS kepada beliau tetapi karena kesalahpahaman itu terjadi di forum umum tepatnya pada catatan akun facebook saya maka menurut saya yang lebih tepat saya klarifikasi secara umum pula sehingga tidak melebar kemana-mana.  

Pemicunya adalah komentar saya berikut: (print screen saya sertakan di bawah)

Husnun N Djuraid yag terhormat, loh bapak nggak baca tulisan ini dengan tuntas.... yang saya pertanyakan TUDUHAN SEMUA MALING itu loh pak... kan sudah saya kasih prints screen... setahu saya dalam kaidah islam yang menuduh yang membuktikan... saya kan tidak menuduh... trus dia menduhnya di forum umum harusnya menunjukkan buktinya di forum umum... pertanyaan saya KENAPA komentar2 dia DISUNTING? mengapa? itu saya punya bukti aslinya.... kalo kurang jelas buktinya bisa di lihat di blog sayahttp://www.hmcahyo.com/.../saat-sang-doktor-melakukan... - ngapunten pak Nun.... harusnya panjengan fair dong...
-------------------------------------------------------------------------------------


Kemudian Dibalas komentar pak Husnun sebagai berikut:
  • Husnun N Djuraid Lo, kan diundang untuk diberi tahu siapa ''malingnya'' itu kan baik. Ini fitnah apa lagi, saya tidak pernah mengedit komen di FB saya, terserah mau komen apa, meskipun mereka para penulis hebat tapi komentarnya blepotan, saya biarkan saja. Kalau sudah kelewatan, saya tidak edit, tapi saya del
--------------------------
  • Husnun N Djuraid Lik Heri Cahyo : sebagai pakar IT anadalan Kemenag antum tahu siapa saja yang bisa mengedit tulisan di kolom komen.

----------------------------------------------------------------------------------------------



Baiklah saya jelaskan satu-satu.

Pertama, sungguh tidak ada terbersit sama sekali di benak saya untuk MEMFITNAH Pak Husnun MELAKUKAN  EDITING (menyunting ) komentar dari Sangaji  EM yang saya sebutkan ditulisan saya sebelumnya.
Saya SANGAT PAHAM bahwa yang bisa melakukan editing (menyunting) komentar adalah akun yang bersangkutan,  BUKAN PEMILIK LAPAK (note/tulisan atau status), karena pemilik lapak Hanya BISA MENDELET (Mengahapus).

Jadi yang saya maksud pada komentar saya di atas adalah:

Mengapa dia (EM Sangaji) melakukan EDITING/MENYUNTING komentarnya – padahal saya SUDAH memberikan BUKTI pernyataannya bahwa dia telah melakukan generalisasi (gebyah uyah).  Tetapi EM Sangaji bukannya memberi klarifikasi tetapi malah melakukan editing. Oleh karena itu saya anggap EM Sangaji melakukan KECURANGAN – sehingga menimbulkan misleading bagi orang lain yang membaca komentar saya di tulisan Pak Husnun.

Kerana alasan itu pulah akhirnya saya membuat tulisan tersendiri di akun saya – bukan di kolom komentar  tulisan Pak Husnun.

Ya, sekali lagi saya tegaskan salah satu alasan  saya menulis yang berjudul “Saat sang Doktor Melakukan “Gebyah Uyah” (Juga Curang) dan OOT “ adalah karena kekecewaan saya terhadap tindakan EM Sangaji yang tidak gentle – memberikan klarifikasi atas pertanyaan saya padanya. Dan saya memilih menulis di akun saya (bukan di lapak Pak Husnun) karena saya tidak ingin nyampah di lapak orang lain.

Kedua, adapun terkait keengganan saya memenuhi permintaan EM Sangaji ke kantornya untuk melihat bukti-bukti yang ingin dia berikan kepada saya, maka sudah saya jelaskan di komentar saya di atas. Bahwa karena dia memberikan pernyataan itu di forum umum (dalam hal ini pada lapaknya Pak Husnun) maka  seharusnya dia MEMBERIKAN BUKTI DI TEMPAT UMUM – bukan malah mengundang saya ke kantornya.  

Masa ketika (misalkan) kita diskusi di sebuah forum disaksikan oleh orang banyak, kemudian ada peserta yang bertanya, lantas dijawab, “Oke silahkan datang ke rumah saya, nanti saya jelaskan di sana.” 

Ketiga, tentang pernyataan di komentar saya, agar Pak Husnun fair,  yang saya maksud adalah, agar beliau “mengingatkan” kecurangan EM Sangaji yang melakukan editing komentar dia sebelumnya sehingga menimbulkan misleading bagi pembaca yang datang belakangan, jadi tidak tahu duduk permasalahannya – dan justru dikira saya yang mengada-ngada.

Keempat, di dalam bahasa inggris ada ungkapan “If it ain’t broke, don’t fix it” – yang artinya kurang lebih, “Kalau tidak rusak mengapa diperbaiki?”

Nah, terkait dengan kelakuan EM Sangaji yang melakukan EDITING komentarnya – ungkapan dalam bahasa inggris itu saya kira tepat ditanyakan kepadanya.

“Kalau memang pernyataan dia BENAR, mengapa dia MELAKUKAN EDITING?”

*****

Akhirnya sekali lagi saya mohon maaf yang setulusnya kepada Pak Husnun atas komentar saya yang dianggap memfitnah panjenengan. Demi Allah, saya tidak pernah sedikitpun menganggap pak Husnun melakukan editing komentar EM Sangaji. 

Mudah-mudahan tulisan ini saya bisa memberikan penjelasan dan klarifikasi atas kesalahpahaman yang terjadi dan tidak merenggangkan tali silaturahim yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Karena Bagaimanapun juga Pak Husnun adalah guru saya yang telah banyak memberikan kontribusi  positif kepada saya pribadi dan kepada komunitas-komunitas penulisan yang saya ikuti.

Mohon maaf kepada semua rekan-rekan yang tidak nyaman dengan polemik ini.

Wassalam

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah membaca tulisan "[Klarifikasi] “If it ain’t broke, don’t fix it”"!
Jika Anda punya kritik, saran, masukan atau pertanyaan silahkan tinggalkan pesan Anda melalui kolom komentar di bawah ini.