Merintis Bisnis Online dengan Modal Rp. 50.000,-

Pagi ini, seorang sahabat lama - kenalan di blogger sejak tahun 2008 - update sebuah status yang cukup menginspirasi. 

Saya ingat betul - kami waktu itu masih suka bermain YM-an - dan ketika mau buka usaha meja lipat dengan brand Silka Perdana. Dan seingat saya nama saya termasuk pelanggan pertama yang memesan produknya - hehhe.. kalo nggak salah juga nama saya terpampang di blog Silka Perdana

Alhamdulillah setelah sekian tahun berlalu usaha semakin maju...sebagaimana statusnya di facebook pagi ini"

Oleh : Hanafi


Beberapa tahun lalu, ketika mengawali membuat meja lipat, saya tidak pernah membayangkan bahwa usia usaha saya akan bertahan sampai sekarang. Berawal dari meja-meja kecil sederhana untuk anak-anak yang saya cat dengan kuas lukis seadanya saya beranikan diri untuk mencoba menawarkan ke teman-teman dan tetangga sekitar rumah. Alhamdulillah saat itu teman-teman dan tetangga menyukainya. 

Kemudian berpikir untuk menyewa tukang finishing untuk menyempurnakan tampilan "meja saya", (hati-hati mas mahmud, ilmu finishingnya saya curi hehe) kepikiran untuk mengiklankan di kaskus, alhasil saat itu beberapa orang membeli "meja saya" dan beberapa diantaranya menjadikan saya "recomended seller". Saat itu saya mendapat kepercayaan dari Pak Heri Cahyo untuk membuatkan 3 buah meja untuk putera-puterinya. Saya bertambah yakin kalau meja buatan saya bisa diterima orang banyak.


Tahun kedua, meja saya ini ditiru oleh seseorang dan dipasarkan secara retail di pusat perbelanjaan carefour di 5 kota, dan yang memberi tahu saya adalah para pembeli saya. Saya sempat kaget saat itu, tapi saya gak mau repot-repot memprotes peniru itu, karena saya pikir lumayanlah ada yang membantu mempromosikan model meja lipat yang saya buat. Sependapat dengan Pak Heri degan artikelnya di sini)


Pada tahun itu juga sebuah stasiun televisi menawarkan saya via telepon untuk meliput pembuatan meja tersebut. 

Saya tidak menyangka, meja tersebut akan tampil di televisi. Dalam 2 tahun meja tersebut ditayangkan 3 kali untuk 2 acara yakni laptop si unyil dan cita-citaku. Alhamdulillah sampai sekarang usaha ini masih berjalan berkat doa dan dukungan teman-teman. Yang saya ingat awal-awal saya membuat meja, hanya bermodalkan 50.000 rupiah saja..




Seek First To Understand - Dengarkan (orang lain) dulu Agar bisa Memahami

Duh lama sekali gak update blog.. ini.

Kangen juga nulis lagi.

Udah deh kali ini saya mau sedikit komentar terkait Hebohnya PR Matematika di akun Facebook Muhammad Erfas Maulana yang juga akhirnya jadi berita di situs Merdeka.com dengan judul PR Matematika anak kelas 2 SD bikin heboh Facebook

Sebenarnya sebelum dimuat oleh Merdeka.com saya sudah membacanya karena sudah berseliweran di dinding facebook saya.. dan saya lihat memang LEBIH BANYAK - facebooker yang cenderung menyalahkan si guru.

Mulanya saya juga menilai bahwa sang guru juga salah, tetapi saya menahan diri untuk mengomentari - karena beberapa hal:


  1. Mengingat saya bukan ahli matematika, sehingga ketika ikut menyalahkan guru, bisa jadi saya yang salah, mengingat MENGAJAR - ingat mengajar ya - matematika itu memang mengajarkan konsep bukan semata-mata masalah hasil akhir.
  2. Berikutnya, saya tahu sendiri - karena di rumah saya ada beberapa anak SD temen anak saya yang les bersama istri saya. Betapa istri saya - yang guru bahasa inggris tetapi harus ngajari matematika murid lesnya - sering mengeluh betapa sulitnya mengajarkan konsep kepada anak-anak SD. Tidak dipungkiri memang ada guru bidang studi yang benar-benar piawai mengajarkan pelajaran yang diampunya, sehingga bisa menyederhanakan teori yang rumit bisa dengan mudah dimengerti oleh muridnya.
  3. Dulu saya sering sekali mengeluhkan tentang guru-guru yang mengajari anak-anak saya- tetapi belakangan saya tersadarkan - apalagi ketika saya harus mengisi pelatihan - bahwa yang namanya mengajar apalagi mendidik siswa atau peserta pelatihan itu tidaklah mudah.. dibutuhkan banyak keahlian, wawasan, kemampuan, kesabaran, istiqomah dan tentu kalo mau sempurna doa untuk mereka anak didik dan orang yang kita ajari atau latih agar ilmu yang kita ajarkan benar-benar bisa bermanfaat.
  4. Oh ya, aktivitas mengajar adalah aktivitas yang BANYAK menggunakan bahasa lisan atau tulisan. Konsekuensinya adalah, penggunaan bahasa baik kosa kata, kalimat dan segala yang terkait dengannya adalah penting dan akan mempengaruhi apa yang akan kita sampaikan. oleh karena itu sebenarnya mengajar bukanlah aktivitas yang sangat sederhana yang semua orang bisa melakukannya.
  5. Ketika saya membaca berita di situs merdeka di atas dan sebuah berita lainnya yang judulnya "PR matematika anak SD heboh di FB, yang benar proses atau hasil?" terutama komentar seorang pengguna sebagai sebagai mana yang saya kutip di bawah.. akhirnya sadarlah saya... bahwa tidaklah mudah untuk menjadi guru yang baik. berikut komentarnya:  


Darmaya Wyn · Guru at SD Negeri 6 Sakti
Kelas rendah lebih banyak menanamkan kosep. contoh kosepnya adalah, Apakah anak-anak pernah berobat ke rumah sakit atau ke dokter? Pernah tidak anak-anak memperhatikan resep yang di tulis pada pembungkus obat? Yaitu 3 x 1 (sapsul/tablet) Pemahannya adalah, pagi 1 tablet + siang 1 tablet + malam 1 tablet, jadi kita minum 3 tablet. 1+1+1= 3x1 (lihat resep) = 3 jadi kalo ditulis 1x3 jelas salah menurut konsep matematika Dalam penanaman kosep tidak melihat hasil semata, tetapi proseslah terpenting. Membelajarkan anak didik, bukan mengajar 6x4 kenapa 24? dapat dari mana (prosesnya bagimana?) (Mohon perhatikan lagi catatan berwarna biru yang ditulis oleh kakanya. Dia menyatakan toh hasilnya sama, hanya terbalik pada perkalian) Jadi belajarlah konsep matematika

Animasi Prosedur Nikah : Kreatifnya KUA Klojen

Untuk menjadi kreatif itu banyak cara dan jalannya.


Pagi ini di wall facebook saya ada video yang sangat menarik perhatian saya – judulnya Animasi Prosedur Nikah. Tanpa pikir dua kali saya langsung klik tautan yang dibagikan oleh akun FB KUA Klojen a.k.a Gus Achmad Shampton. Saat menyaksikan video animasi tersebut saya teringat presentasinya “Indonesia Mengajar” yang di gagas si Anis Baswedan.


Setelah menyaksikan video animasi tersebut saya jadi berpikir, harusnya dibuat sebanyak mungkin bideo animasi untuk tutorial dan panduan penggunaan berbagai aplikasi pemerintah yang hamper sebagian besar tanpa disertai Panduan, daftar permasalahan yang sering ditanyakan dan juga semacam “trouble shooting”.


Pasalnya saya sering mendapat pertanyaan dari temen-teman operator – apapun aplikasinya itu – ketika mereka mengahdapi kesulitan atau masalah terkait dengan program yang harus dia pakai untuk pekerjaan sehari-hari, namun sayangnya tidak tahu harus bertanya kemana, wong nggak ada panduan, atau bahkan semacam “hot line” yang bisa membantu permasalahan yang dihadapi, atau paling tidak ada forum diskusi baik di media sosial seperti facebook atau bahkan forum khusus.


Mudah-mudahan Animasi Prosedur Nikah ini bisa menginspirasi yang lainnya untuk membuat hal yang semisal itu untuk hal yang lainnya


Permendikbud No 68 Tahun 2014 tentang Guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013

image credit: www.mcsun.org


Alhmdulillah sudah ada Permendikbud No 68 Tahun 2014 yang mengatur tugas dan wewenang Guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013. 

Jika selama ini para guru TIK cukup galau karena mata pelajaran TIK "dihapus" sehingga "tidak mendapatkan jam" dan tentu saja konsekuensinya bisa-bisa tidak dapat tunjangan sertifikasi guru.

 Nah, dengan terbitnya "Permendikbud No 68 Tahun 2014 yang mengatur tugas dan wewenang Guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013" mudah-mudahan bisa memberikan "angin segar" dan kembali memberikan semangat pada guru TIK untuk kembali mengajar.. 

Untuk lebih jelasnya silahkan unduh Peraturannya di tautan di bawah

Jalan Alternatif Lawang - Malang dan Kota Batu dari Arah Surabaya.


Memasuki hari raya Idul Fitri kemungkinan besar jalan raya menuju arah Malang (dari Surabaya) pasti padat dan bisa macet dan antri berjam-jam. Oleh karena itu berikut saya berikan petujuk rute jalan alternatif dari Lawang menuju Malang

Memang agak jauh, tetapi insyaALlah lebih lancar dan yang penting lagi jalannya cukup layak di lewati bahkan beberapa arah sudah diaspal cukup bagus. 

Baiklah berikut petujuk rute jalan alternatif dari Lawang menuju Malang


  • Setelah anda memasuki Pasar Lawang, anda terus saja sampai melewati stasiun Kereta Api Lawang. Kira-kira 500 meter dari Statsiun Lawang anda Belok kiri ke jalan Sumber Waras - sampai bertemu pertigaan depan PT Otsuka anda belok kanan terus sampai bertemu pertigaan Jalan Sumber Wuni belok kiri menuju Desa Sidodadi. Anda juga bisa masuk dari jalan Sumber Wuni terus ke arah desa Sidodadi. 


  • Setelah masuk Desa Sidodadi, anda terus saja menuju sampai melewati SMPN 2 Lawang. Sekitar 500 meter dari situ akan bertemu pertigaan - arah ke Desa SriGading dan Dengkol. Belok kanan, pilih arah Dengkol. 


Baca Petunjuk Nomor 2



  • Kira-kira 1 km, anda akan bertemu perempatan : Dengkol, Bedali, Srigading. Pilih lurus ke arah Dengkol. 

 
  • Setelah anda berjalan ke arah Dengkol kurang lebih 4 Km anda melewati desa Batu Retno - terus saja sampe bertemu pertigaan arah ke Bandara Abd Rahman Saleh dan ke arah Singosari Kota. Pilih ke arah singosari kota.



 
  • Setelah melewati SMK Penerbangan dan Rumah Sakit TNI AU - anda belok kiri arah Sidomukti - terus sampai bertemu pertigaan ke arah Stasiun Singosari dan ke arah Banjararum / Watugede. Pilih belok kiri yang arah Banjar arum 


 
 
  • Setelah Melewati belakang perumahan Bumi Mondoroko terus saja ambil jurusan Banjar Arum. Setelah anda melewati jembatan anda bertemu pertigaan ke arah Karangloo dan ke arah SMAN 1 Singosari dan Pakis. Jika anda hendak ke Batu - maka pilih ke yang ke arah Karangloo, jika anda hendak ke kota malang pilih arah Pakis.
 


  • Sekitar 1 km dari pertigaan banjar arum anda akan bertemu pertigaan arah ke SMAN Singosari dan arah Pakis. Belok kanan saja untuk ke kota Malang.Terus saja mengikuti jalan ke arah pakis, nanti anda akan bertemu perempatan ke arah - Terminal Arjosari, Araya, dan Pakis. Jika anda ingin ke terminal silahkan belok kanan. Jika anda ingin ke arah ke pusat kota malang dan menghindari kemacetan di daerah Plasa Araya silahkan belok kiri arah Pakis. 

 
 
  • Ikuti saja jalan ke arah pakis, sampai anda bertemu pertigaan di depan Wisata Wendit- jika belok kanan anda akan ke jalan Adi Sucipto dan menuju Kecamatan Belimbing (Pusat Kota Malang) dan jika ke kiri anda akan ke arah Tumpang Kabupaten malang. 


 
*************


Demikian petunjuk rute jalan alternatif dari Lawang menuju Malang dan Kota Batu dari arah Surabaya semoga membantu. 







Menghilangkan Backgroud Gambar (Membuat Transparasi) di MS WORD 2010 – 2013

Bagi pembaca yang biasa dengan tugas-tugas administrative, seperti bagian Tata Usaha di sekolah, terkadang diminta membuat surat undangan via email. Tentu saja agar undangan tersebut lebih bagus perlu disertakan tanda tangan kepala sekolah dan stempel sekolah. Ada dua cara yang bisa anda lakukan,

Pertama, anda membuatnya secara manual – dalam arti anda cetak (print) suratnya dan di tandatangani oleh kepala sekolah dan kemudian anda stempel. Setelah itu semua, anda tinggal pindai (scan) dan dirubah menjadi bentuk gambar (image) dengan format JPG atau dalam bentuk PDF – baru dikirim ke alamat tujuan lewat email.

Tentu cara di atas butuh waktu yang lebih lama, apalagi jika sang kepala sekolah tidak berada di tempat. Oleh karena itu ada cara lebih praktis yaitu cara yang

Kedua, anda tinggal siapkan hasil scan tanda tangan kepala sekolah dan stempel sekolah dan kemudian anda tempelkan di surat undangan yang anda buat, kemudian di simpan (save as) menggunakan format PDF. Selesai anda tinggal mengirim lewat email. Akan tetapi kadang ada permasalahan jika hasil scan tanda tangan/stempel yang anda tempel di surat anda ada backgroundnya seperti contoh di bawah. 


Sebelum dihilangkan backgroundnya


Untuk pengguna MS office 2003 – mudah saja, tinggal klik gambar scan tanda tangan tesebut, klik kanan pilih set transparent.

Selesai! 


Namun bagi pemakai MS Office 2010 atau 2013 kadang susah mencari menu untuk membuat gambar anda menjadi transparan. Nah berikut ini caranya.
  • Klik Gambar yang ingin anda hilangkan backgroundnya
  • Pilih menu FORMAT – kemudian pilih pada kotak ADJUST
  • Pilih – RECOLOR
  • Pilih – SET TRANSPARENT COLOR
  • Selesai 



Letak menu Format - Adjust - Jangan lupa klik gambar yang akan anda hilangkan


Recolor - Set Transparent Color


Sesudah dihilangkan Backgroundnya













Setidaknya Saya Sudah Pernah Menolaknya!

Alhamdulillah hari ini menjelang duhur saya sudah menentukan pilihan.

Jujur awalnya saya sudah mau golput karena saya merasakan kedua caprea yg ada tidak ideal.
Awalnya saya pernah membuly habis habisan capres nomor satu dan saya bangga dengan capres nomor dua.

Seiring dgn perjalanan waktu saya saksikan bahwa pengusung dan pendukung capres 2 sudah banyak melakukan perbuatan yang mengarah pada "menyembah berhala",  dg anti kritik, membuly yg tidak sejalan dan yg lebih parah beberapa kali melecehkan umat islam dgn berbagai prilaku dan statemennya.

Ya. Biarlah saya memilih betdasar pada pertimbangan SARA... tetapi semua oramg bebas dan berhak berpendapat kañ?

Wah sudah adzan maghrib...
Selamat berbuka

......

Lanjutin lagi setelah buka..
....

Selain pernyataan yg kontroversial... hal lain yg membuat sya tidak simpati lagi adalah kedustaan dan sikap tidak kesatria dari para pendukung dan juga yg didukung... ketika begitu terang benderang bukti yang disampaikan tetap saja keras kepala daan malah cenderung memanasi keadaan..

Ya.. menyedihkan.. bukan berarti kubu pertama tidak pernah melakukamnya, tetapi kubu kedua lebih parah terutama pendukungnya.

Mengapa pendukung harus jadi ukuran memilih pemimpin?

Seperti pepatah arab yang dipopulerkan Anis Bawasdem :
" Bahwa prilaku pendukung adalah cerminan dari pemimpinnya..."

Ya. Sejak lama saya setuju dengan ungkapam itu seblum anis mengatakannya.

Dan saya yakin seyakinnya tidak akan pernah seornang presiden yang benar-benar independen dalam menentukan kebijakannya jika ketikaa meraih jabatanmya diusung banyak partai dan kepentingan... monggo silahkan anda cermati dari yang sudah sudah.. sementara partai pendukung capres ke 2 sudah menjadikan platform partainya sebagai idiologi yang pada praktiknya banyak berbenturan - atau bahkan menentang ajaran islam -

Sekali lagi sy berhak memilih dan berpendapat yang mungkin dianggap SARA., tidak masalah.. karena yang anti agama dan anti tuhanpun boleh berpendapat menentang orang yg beragama

Nah,  jika memang takdir Allah SWT memilih capres ke 2 jadi presiden., maka semoga kebijakannya membuat rakyatnya lebih dekat dengan Tuhan-nya.

Dan jika kebijakan kebijakannya sebaliknya setidaknya saya SUDAH PERNAH MENOLAKNYA...

Wallahu'alam

Posted via Blogaway


Posted via Blogaway

Dan “Google Pun Mendukung JOKOWI” - Tak ADA Dukungan TANPA PAMRIH dalam Pilpres 2014!


 
Ketika saya kemarin menuliskan tentang Kampanye Hitam – yang berseliweran di internet untuk menjatuhkan Pasangan Prabowo – Hatta, maka hari ini saya mendapatkan jawabannya di portal Kompasiana. 





Tulisan berjudul “Keberpihakan Google Indonesia Terhadap Jokowi  - yang ditulis Narendra AngkitaAgar lebih jelasnya saya kutip semua artikel di sini:

 *** Awal Kutipan **** 

Jakarta, 8 Juli 2014 – Saya pribadi adalah salah satu orang yang mengikuti perkembangan perang sosial media antara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 1 dan 2 beberapa bulan terakhir. Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Joko Widodo dan Jusuf Kalla kerap melancarkan “serangan udara” berupa iklan berskala besar di berbagai media online. 
 
Jumlah iklan dari pasangan nomor urut 2 tersebut terlihat sangat kontras di media manapun apabila dibandingkan dengan iklan dari pasangan nomor urut 1 – Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang terbilang sedikit, entah apa alasannya - baik kurangnya dana, maupun tidak diterimanya iklan mereka oleh berbagai media. Fenomena ini juga didukung oleh isu yang telah lama beredar bahwa banyak pemilik media di Indonesia yang mendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2. “Serangan” ini juga dilancarkan oleh pasangan nomor urut 2 di website Google.com dan juga Youtube.com yang terbilang netral dalam politik. 

Google sendiri sudah mencantumkan secara jelas dalam website resmi mereka (klik di sini ) bahwa Google tidak memperbolehkan adanya iklan untuk partai politik dan juga kandidat capres. Bahkan dalam website resmi Google tersebut, mereka mencantumkan negara Indonesia secara khusus – tidak diperbolehkan adanya iklan politik. Ketidak netralan media-media di Indonesia seperti Google tersebut meneurut saya dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap media yang ada. 

Sampai sekarang pun, meski sudah memasuki minggu tenang masa kampanye, iklan-iklan tersebut masih saja mengudara di berbagai media. 

Meski KPU tidak menuliskan aturan kampanye di media sosial dan online, namun menurut saya ini tetap saja akan mengotori masa tenang kampanye yang seharusnya dipakai untuk masyarakat yang belum menentukan pilihan mencari lagi informasi tentang kedua pasangan calon tanpa dipengaruhi oleh iklan-iklan seperti ini. 

Sampai kapan hal-hal ini akan mengotori pesta demokrasi di Indonesia? 
Sampai kapan media akan mempengaruhi pilihan masyarakat secara negatif dalam pemilu? Apa tidak ada lagi media yang benar-benar netral di Indonesia? 


**** Akhir Kutipan ***** 

Agar lebih jelas tentang Kebijakan Beriklan di Google saya sertakan Print Screen berikut ini: 

 






 









 





******* 

Pertanyaan terbesarnya adalah: 

Mengapa Google bisa MELANGGAR kebijakan yang dibuatnya sendiri? 

Ada banyak spekulasi – tetapi dugaan saya Google berani mengambil resiko tersebut karena Manajemen Google bahwa Jokowi yang akan jadi pemenang pilpres kali ini – sehingga keberlangsungan bisnis mereka akan aman di bawah kepemimpinan Jokowi kelak. 

Apakah tindakan Google ini salah?

Menurut saya, sah-sah saja, karena media di Indonesiapun sekarang SUDAH TIDAK NETRAL LAGI – apalagi kalau tidak demi kelanjutan bisnis setelah pilpres – hanya saja seharusnya Google menghapus klausul kebijakannya yang melarang beriklan politik yang dibuatnya sebelum melakukan dukungan ini. 

Dugaan lain yang perlu dipertanyakan kepada Google dengan melanggar aturan yang dibuatnya sendiri adalah: 

1. Seberapa besar keuntungan yang diterima (atau akan diterima) dengan melanggar hal itu? 

2. Jika memang ada keuntungan – siapakah yang membayarnya? 

3. Ataukah ada tekanan? 


Mungkin anda bisa menambahkan lagi. 


Tetapi satu hal yang saya yakini adalah : TIDAK PERNAH ADA DUKUNGAN GRATIS kepada CAPRES yang ada

Apalagi bagi pelaku bisnis, apapun itu bentuknya! 

Bagaimana menurut Anda?

Ini Benar Black Campaign bukan BLEK KEMPEN

Seperti yang saya katakan sebelumnya - pilpres 2014 kali ini adalah ujian yang terberat bagi kita - khususnya umat islam.

Memang tidak ada pasangan yang ideal, tetapi yang justru membuat kita semakin tidak simpatik kepada capres yang ada adalah Prilaku menjijikan dari para pendukung - bahkan para penyembah capres tersebut - yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan capres idola dan pujaannya bahkan dengan cara fitnah dan pembunuhan karakter..

 Seperti yang saya temui pagi, ketika hendak mengunduh dari situs Ziddu, di sana ada iklan tentang yang cukup mencolok seperti ini.





Ketika saya klik iklan tersebut maka akan menuju situs www.hentikanprabowo.com yang isinya seperti ini:










Saya tidak akan berkomentar banyak, silahkan anda nilai sendiri - apakah ini termasuk black campaign atau bukan


******** 


 Tulisan ini sudah saya buat di Kompasiana juga, tetapi sengaja saya dobel posting disini karena saya hapal betul prilaku admin kompasiana seperti apa :)

Istikharah Pilpres, Karena Pilihan Kita Panjang Urusannya!


Baru Pilpres kali ini saya merasakan sebuah suasana hati yang cukup riuh. Entah pilpres tahun 2014 ini begitu menurut saya begitu banyak menguras enerji pikiran. Satu diantara penyebabnya adalah banjir bandang informasi yang berlalu lalang di depan kita tentang dua kandidat capres yang akan “bertaruh” tanggal 9 Juli 2014.

Jika banjir bandang informasi yang ada adalah hal yang positif mungkin sebagian kita tidak perlu terlalu bersusah payah menyaringnya, tetapi karena banjir tersebut adalah sebagian besar berita-berita yang kadang tidak berdasar sehingga mau tidak mau akan mempengaruhi kita.


Parahnya lagi, banjir tersebut justru disebarkan oleh teman-teman di sekeliling kita, baik “teman nyata” maupun yang “teman maya”, dan diakui atau tidak hal ini agak dan bahkan mengganggu pertemanan hubungan pertemanan yang selama ini baik-baik saja menjadi sebuah permusuhan yang sangat sengit. Karena alasan itu pula beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk puasa – mengurangi sebanyak mungkin – interaksi saya di media social yang selama ini menjadi salah satu sumber banjirnya informasi yang saya sebutkan tadi.


Pagi ini, ada teman yang menyatakan bahwa pilpres kali ini benar-benar membuka kedok siapa teman kita sesungguhnya. Ah, menurut saya berlebihan juga jika dikatakan demikian, walau mungkin ada benarnya pernyataan itu. Akan tetapi saya sendiri merasakan bahwa pilpres kali ini benar-benar membuat polarisasi anatara kedua kubu pendukung capres yang cuma dua biji tersebut begitu tajam. Saking tajamnya bahkan sesama teman jadi saling bermusuhan dan saling fitnah dan bahkan memutuskan petremanan. Dan fakta ini tidak hanya terjadi di satu dua tempat, bahkan di media masa pun sempat diberitakan dampak social dari pilpres kali ini cukup mengkahwatirkan. Bentrokan antar pendukung capres di dunia nyata pun juga terjadi dibeberapa tempat. Miris sekali menyadari hal ini. Dan bagi saya pilpres 2014 ini benar-benar sebuah fitnah yang besar bagi bangsa kita.


Sebagaimana yang pernah saya sampaikan dalam sebuah status facebook saya minggu yang lalu yang justru membuat saya muak terhadap para capres yang ada ternyata adalah para pendukungnya. Orang menjadi begitu sangat sensitif ketika ada orang lain yang mempunyai pendapat yang berseberangan atau mengkritik capresnya. Sampai-sampai ada mantan rekan kerja begitu mudah menuduh saya menyebarkan fitnah – hanya gara-gara saya mengupload sebuah guyonan gambar KTP kosongan – padahal saya tidak menyinggung salah satu capres yang dipuja. Selain itu saya juga terhenyak ketika dalam sebuah diskusi dengan junior saya tentang kebijakan seorang capres dan ketika kalah berargumen dia malah menyerang saya dengan materi yang gak ada hubunganya dengan topik diskusi. Saya benar-benar tidak habis pikir dengan hal ini, seorang capres sudah dianggap menjadi tuhan, tidak boleh salah dan dikritik, kalo seperti ini apa tidak sama dengan penyembah para berhala?


Sayang seribu sayang, jika ternyata “kekacauan” antar pendukung capres ini tidak benar-benar dinetralisir oleh para (tim sukses) capres dengan baik, alih-alih memadamkan api permusuhan mereka justru membuat pernyataan yang membuat blunder suasana. Dan yang membuat kita masyarakat di bawah ini semakin terheran-heran adalah bahwa pilpres kali ini begitu banyak orang-orang yang terkemuka, baik dari kalangan akademisi maupun tokoh masyarakat yang tidak segan-segan berdusta mengorbankan harga dirinya demi membela “sesembahannya”. Laa haula wala quawwata billah.


Beberapa tokoh tersebut sempat saya kagumi karena progam dan kinerjanya selama ini, tetapi kekaguman saya sirna begitu saja melihat prilakunya. Dan ternyata apa yang saya rasakan ini juga dirasakan teman-teman saya, baik yang ada di dunia nyata dan juga orang lain yang ada di dunia maya.


Sementara itu, sampai menjelang pemilihan yang tinggal seharipun, bombardier informasi tentang masalah pilpres ini tidak semakin surut. Ketika saya memutuskan untuk banyak off di media social – ternyata informasi itu masih saja bisa memasuki gadget yang saya punya, ya memang resiko jaman teknologi kali ini.


Lantas, apa yang kita lakukan untuk menyikapi banjirnya informasi tersebut dalam menentukan pilihan capres nanti? Bagi kita yang muslim sebenarnya cukup simple – karena agama kita sudah memberikan sebuah sarana ketika kita dihadapkan pilihan yang rumit.


Mengapa saya katakan rumit?


Ya, karena seperti yang dikatakan seorang teman di sebuah grup Whatsapp, bahwa dampak dari pilihan kita ini tak hanya selesai saat kita memilih capres yang sesuai menurut selera kita, tetapi ada “urusan lain” yang nanti harus kita selesaikan siapapun pilihan kita, apalagi jika dia kelak bermasalah. Karena pemilihan pemimpin ini dampaknya tidak hanya buat diri kita sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Oleh karena itu permintaan petunjuk dari yang Maha Kuasa adalah hal yang sangat mutlak bagi kita. Mengapa demikian?


Untuk, menentukan jodoh/pasangan hidup kita saja kita diminta melakukan istikharah – agar apa yang kita pilih nanti (meski kita sudah memikirkan dengan baik bahwa pilihan kita adalah orang yang tepat) – benar-benar orang yang bisa memberikan kebaikan bagi kita tidak hanya di dunia ini, tetapi juga di akhirat kelak. Selain itu masalah ini bukan cuma urusan antara dua orang seperti sepasang suami – istri, tetapi menyangkut urusan orang banyak.


Dan karena di dalam Islam itu semua aktivitas ada tuntunannya dari mulai bangun tidur, makan sampai urusan kencing di toilet – ada fiqihnya, apalagi memilih pemimpin, sudah pasti ada fiqihnya pula, silahkan digoogling saja bagaimana memilih seorang pemimpin yang bisa membawa kebaikan urusan agama kita tidak hanya di dunia tetapi juga diakhirat.


Ya, sekali lagi saya tegaskan untuk urusan kebaikan di agama kita – baik secara pribadi maupun kolektif – dan sayangnya ini secara eksplisit tidak ada capres yang benar-benar berani menjanjikan akan hal ini.


Akhirnya saya secara pribadi dan mungkin juga anda – meski sudah memiliki kecondongan kepada seorang capres – tetap perlu melakukan istikharah dengan sebenar-benarnya agar pilihan kita yang terbaik.


Dan siapapun nanti yang terpilih itulah takdir Allah SWT yang harus kita terima, apakah dia seorang pemimpin yang akan mengajak rakyatnya semakin dekat dengan Tuhannya atau justru menjadi pemimpin yang semakin menjauhkan kita ke kampong akhirat.


Wallahu’alam